Minggu, 07 Oktober 2012

Sundari

Sebuah terompet jiwa
berdengung galau
di balik kelambu suci seorang babu

Dentuman remuknya jiwa
dan resonansi putus asa
terpapar di hati rapuhnya
yang berdurikan rumput banto

Maka,
wahai kamu yang pongah!
yang mengaitkan cincin di kuping
dan goresan tinta cina di sebatang badan,
kamulah yang hina itu!
menitipkan janin tanpa bapak!
mengkreasi mimpi buruk anak-anak!
menakar hidup seorang budak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar